BAB 3. PROSES
PERENCANAAN SISTEM
1.
Merencanakan
proyek-proyek sistem yang dilakukan oleh staf perencana
a. Mengkaji
tujuan perencanaan strategi dan taktik perusahaanapakah bertujuan ke laba atau
ke pelayanan masyarakat (pengabdian)
b. Mengidentifikasi
proyek-proyek sistemIdentifikasi dapat berupa sistem informasi untuk:
pengendalian penjualandan pemasaran, pengendalian distribusi, pengendalian persediaan,pengendalian
keuangan
c. Menetapkan
sasaran proyek sistem
Sasaran proyek harus
sama dengan sasaran perusahaan, usahakan sasarandapat dinilai secara numerik.
Misalkan Proyek sisstem infomasiPengendalian Penjualan dan Pemarasan mempunyai
sasaran yaitu : pangsapasar meningkat sampai 25 % dalam 1 tahun, mengurangi
piutang taktertagih sebanyak 20%
d. Menetapkan
kendala proyek sistemSering yang menjadi kendala dalam proyek sistem adalah:
batasan dana,batasan waktu, umur ekonomis proyek, batasan peraturan yang
berlaku,batasan organisasi yang tidak boleh diubah.
e. Menentukan
prioritas proyek sistemBila proyek sistem mempunyai banyak modul, maka ada
modul yangdidahulukan atau di priotitaskan. Kriteria prioritas nasional dapat
berupa:mendapat manfaat dari penghematan, kemudahan pemakaian sistem,kebutuhan
mendesak untuk memperbaiki kondisi yang tidak dapat ditolelirlagi. Kriteria
tidak rasional dapat juga diterapkan misalkan: minat dandaya tarik bagi
manajemen yang berkuasa, kebanggaan yang ditonjolkan.
f.
Membuat laporan perencanaan
sistem.Laporan Perencanaan sistem adalah tertulis
g. Meminta
persetujuan manajemenDirektur utama akan menentukan apakah perencanaan sistem
ini disetujuiatau tidak.
2.
Menentukan
proyek sistem yang akan dikembangkan, dilakukan oleh komitepengarah
a. Menunjuk
team analisProyek pengembangan sistem biasanya dilakukan oleh suatu team
analis.Personil dapat terdiri dari Departemen Pengembangan Sistem sendiri
yangada dalam perusahaan (bila mempunyainya), ditambah dengan
manajermanajeryang terlibat dalam proyek sistem. Bila team pengembangansistem
akan diambil dari luar perusahaan, maka konsultan pengembangansistem dapat
ditunjuk secara langsung atau lewat pelelangan.
b.
Mengumumkan proyek pengembangan
sistemProyek sistem in£ormasi sangat perlu diumumkan secara terbuka, agarsemua
pihak mengerti apa yang diharapkan dari sistem yang baru.Penjelasan tentang
mengapa perubahan harus dilakukan dan bagaimanaperubahan ini akan mempengaruhi
para pekerja dan manajer secaramenguntungkan. Bila penjelasan tersehut masuk
akal, maka banyak orangyang akan menerima sekaligus menumbuhkan motivasi untuk membantukelancaran
proyek sistem ini.
3.
Menentukan
proyek sistem yang dikembangkan oleh analis sistem
a. Mengidentifikasi
kembali ruang lingkup dan sasaran proyek
b. Melakukan
studi kelayakan
Studi kelayakan adalah
studi yang akan digunakan untuk menentukankemungkinan apakah pengembangan
proyek sistem layak diteruskan ataudihentikan. Lama suatu studi kelayakan
tergantung besarnya proyeksistem, dapat hanya per telpon, beberapa hari,
beberapa bulan. Demikianpula biaya studi kelayakan dapat berkisar antara 5% sampai
10% dari nilaiproyek total
c.
Menilai Kelayakan Proyek Sistem:o
Kelayakan Teknis (technical feasibility)Pertanyaan kunci adalah: "Apakah
teknologi ini nantinya dapat diterapkandi sistem?a. Ketersediaan teknologi di
pasaran.b. Ketersediaan ahli yang dapat mengoperasikannyao Kelayakan
Operasional (Operational Feasibility)Pertanyaan kunci adalah: "Dapatkah
sistem, nantinya diterapkan di dalamorganisasi ?
a.
Kemampuan dari personil
b.
Kemampuan dari operasi sistem untuk menghasilkan informasi
c. Kemampuan pengendalian
dari operasi sistemd. Efisiensi dari sistem






0 komentar:
Posting Komentar